Friday, April 5, 2019

MISTERI VILLA BERDARAH PART 2

Hanya penjaga kebun dari pemilik villa tersebut yang sering berinteraksi dengan penduduk sekitar itu pun hanya sekedar membeli kebutuhan sehari-hari dan sayur mayur. Selebihnya tidak ada yang pernah tahu apa yang sedang terjadi di dalam villa tersebut. Hanya seorang kakek tua dan penjaga kebun itu saja yang tahu apa yang terjadi di dalam villa tersebut. Pemilik villa tersebut hanya memiliki dua orang anak pertamanya adalah seorang pengusaha sukses namun telah meninggal selama bertahun-tahun yang lalu. Sedangkan anak keduanya seorang wanita, yang menikah dan menetap di Belgia.
Tepat bulan sembilan tahun dua ribu tiga belas si kakek pemilik villa tersebut wafat. Tidak pernah ada yang tahu penyebab kematiannya hanya kerabat dekat dari kakek itu saja yang mengurus pemakaman sang kakek tua. Penduduk sekitar villa tersebut tidak ada yang di ijinkan untuk membantu pengurusan jenasah atau pemakaman si kakek tua itu. Kakek tua itu di makamkan di kebun belakang villanya sendiri. Sejak pemilik villa tersebut hanya tinggal seorang penjaga kebun yang merawat villa itu. Kini penjaga kebun itu di temani oleh seorang anaknya yang berusia tiga puluh tahunan. Wajah anak si penjaga kebun itu cukup menyeramkan wajahnya penuh dengan bulu yang lebat bagai seokor kera. bagaimana [un di cukur atau di potong bulu itu terus tumbuh lebat dalam waktu dua hari. Badannya hitam legam dan memiliki punuk di bahu sebelah kirinya. Namun hati anak si penjaga kebun ini sangat baik dan dia pun sangat rajin membantu sang ayah menjaga kebun. 
Dia juga sangat ramah dan suka menolong penduduk sekitar. Namun sayangnya anak ini bisu dan tuli sehingga walau wajah dan tubuhnya tidak sempurna akan tetapi tenaga anak ini sangat besar. Pada suatu hari saat sedang hujan lebat di sertai dengan angin puting beliung. Atap sebuah balai ronda terbawa angin dan menghatam rumah seorang warga. Membuat pintu rumah itu hancur dan menutup satu-satunya askse keluar masuk rumah itu. Di dalam rumah itu hanya ada dua orang anak kecil yang berusia dua dan empat tahun. Kedua orang tua anak itu sedang pergi membeli satapan malam. Paijo (nama anak dari penjaga kebun villa angker) yang sedang kebetulan lewat maka dengan sigap ia mengangkat atap balai tersebut. Sehingga akses keluar masuk rumah tersebut terbuka kembali ia melakukan itu sendirian di tengah hujan lebat dan angin yang kencang serta petir yang menyambar. Setelah itu Paijo menemani kedua anak itu yang masih ketakutan atas kejadian yang baru saja mereka alami. Selang beberapa menit kemudian kedua orang tua anak itu pun kembali. Paijo yang melihat kedua orang tua anak itu kembali dari kejauhan ia pun langsung bergegas meninggalkan kedua orang anak kecil itu. Melihat serambi rumahnya yang hancur berantakan orang tua kedua anak itu binggung. Bersambung

No comments:

Post a Comment