Friday, April 5, 2019

MISTERI VILLA BERDARAH PART 4

Luas villa angker itu kurang lebih sekitar satu setengah hektar dan terletak di belakang bukit kecil dekat permukiman penduduk. Satu-satunya akses keluar masuk villa tersebut adalah melalu pintu pagar besi yang tinggi sekitar tiga meter. Dan hanya Paijo yang bisa membuka pintu pagar besi itu karena berat pintu pagar besi itu hampir mencapai setengah ton. Terlebih lagi pagar tersebut selalu terkunci dengang rantai yang besarnya sebesar lengan orang dewasa. Steven dan David yang telah melakukan pengamatan dan membuat recana serta mempersiapkan semuanya mulai menjalankan aksinya. Mereka mulai memanjat bukit yang ada di belakang villa tersebut saat matahari mulai tenggelam. Hari dimana mereka melancarkan aksinya merupakan malam bulan purnama dan malam itu pun cuaca cukup cerah. Sehingga sinar bulan dapat memberikan penerangan yang cukup bagi mereka, disamping itu cuaca yang malam itu tidak terlalu dingin. Suhu pada aplikasi cuaca yang terdapat pada smartphone kedua pemuda itu menunjukan suhu tiga puluh dua derajat celcius. Setelah dua jam mereka mendaki bukit di belakang villa tersebut mereka pun sampai pada puncak bukit. Mereka pun mulai menuruni bukit itu menuju tembok pagar daripada villa tersebut setelah beberapa menit kemudian mereka pun masuk kedalam area lokasi villa angker tersebut. Udara di dalam area villa itu berubah sangat drastis menjadi sangat dingin. Walaupun suhu pada smartphone kedua pemuda itu menunjukkan suhu tiga puluh dua derajat. Akan tetapi udara di dalam area villa itu sangat menusuk tulang. Namun tekad kedua pemuda itu sudah bulat mereka harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada villa tersebut. Apa penyebab semua kejadian-kejadian aneh yang berada di luar nalar manusia normal.
Walau udara yang dingin mencekam dan di tambah bau kemeyan serta kembang melati sangat kuat di dalam halaman villa tersebut. Kedua pemuda itu terus melangakah seraya mengendap-endap. Sesekali mereka berhenti untuk mengambil napas dan mengawasi keadaan sekitar udara di dalam area villa tersebut terasa sangat berat walaupun dedaunan di dalam areal villa tampak menari-nari menyambut kedua pemuda itu. Jam telah menunjukan pukul 00.30 saat mereka tiba pada bangunan utama villa tersebut. Kedua pemuda itu mulai mencari celah untuk memasuki bangunan utama villa tersebut. Namun tanpa sengaja David terjatuh karena tersangkut sesuatu, setelah di lihat dengan teliti ternyata itu merupakan sebuah batu nisan. Alangkah terkejutnya mereka berdua ada tiga belas makam di sana. Tidak seperti cerita penduduk sekitar villa yang mengatakan hanya ada satu makam di halaman belakang villa. Bersambung

No comments:

Post a Comment