Setelah kejadian itu istri kakek Handoyo terkena stroke selama bertahun lamanya hal itu membuat kakek Handoyo harus merawat istrinya. Sehingga kakek Handoyo tidak dapat mengurus villa berdarah ini. Yang pada akhirnya ia menjual villa ini pada seorang rekan bisnisnya agar dapat di renovasi. Karena kakek Handoyo tidak sanggup melihat puing villa ini terlalu banyak kenangan yang tak terlupakan dalam puing villa ini. Kemudian kakek Handoyo menceritakan mengapa banyak kejadian aneh yang terjadi di villa ini. Semua kejadian aneh di villa ini semua rekayasa kakek Handoyo untuk menjauhkan para penduduk sekitar villa. Karena kakek Handoyo ingin mengetahui siapa dalang pembakaran villa ini. Setelah bukti-buktinya terkumpul maka ia menjual villa kepada rekan bisnisnya dan membuat strategi untuk seakan-akan roh anaknya dan keluarganya masih menuntut balas.
Kakek Handoyo juga menceritakan bahwa ia sudah memiliki cukup bukti siapa dalang pembakaran villa anak pertamanya. Oleh karena itu ia menyuruh anak keduanya pergi bersembunyi ke Belgia dan jangan pernah kembali ke Indonesia. Kakek Handoyo memberikan liontin berisi gambar keluarga mereka dan berpesan agar liotin itu sajalah yang kembali menemuinya serta memberi kabar keadaan anak keduanya. Namun tampaknya waktu tidak memungkinkan baginya untuk terus menunggu waktu tersebut. Lanjut kakek Handoyo tanpa di sadarinya darah segar keluar dari mulut kakek Handoyo. Melihat itu Steven langsung memberikan air putih untuk melegakan pernapasan kakek Handoyo. Setelah meminum air dari Steven melanjutkan caritanya ia berkata bahwa dirinya tealh mengetahui siapa penyebab kerugian proyeknya lima puluh delapan tahun lalu dan siapa pelaku pembakaran villa ini yang menyebabkan semua keluarganya hancur berantakan. Kakek Handoyo juga menjelaskan alasannya mengapa ia tinggal sendiri di villa ini hanya di temani oleh Paijo saja. Hal ini dia lakukan untuk menjauhkan cucunya dari musuh-musuhnya. Karena istrinya telah meninggal dan dia hanya ingin menunggu cucunya untuk mengungkap semua kebenaran yang tersembunyi. Ia pun ingi segera berkumpul dengan istri tercinta dan anak pertamanya.
Kakek Handoyo juga mengetahui apa yang di lakukan oleh Steven dan David beberapa hari belakangan ini di villanya. Tetapi kakek Handoyo membiarkan hal itu karena kakek Handoyo meginginkan Steven dan David menggantikan posisinya untuk menunggu cucu kakek Handoyo. Dan memberikan bukti-bukti yang telah berhasil ia kumpulkan. Disamping itu kakek Handoyo berharap David dan Steven mau merawat Paijo. Karena selain bisu, tuli, dan fisik yang tidak sempurna Paijo juga memiliki keterbelakangan mental. Namun walau begitu Paijo sangat penurut, ramah dan baik hati serta memiliki stamina dan tenaga yang kuat. Kakek Handoyo melihat Steven dan David merupakan orang yang bisa di percaya untuk melakukan tugas ini.


No comments:
Post a Comment