Saturday, April 13, 2019

MISTERI VILLA BERDARAH PART 9

Sesampainya pengacara kakek Handoyo dan timnya tiba Steven dan David segera memberikan surat yang ditujukan kepada pengacara kakek Handoyo. Pengacara kakek Handoyo pun segera membaca isi surat itu saat mulai membaca isi surat itu sesekali mata pengacara itu melihat ke arah Steven dan David dengan tatapan sinis. Namun setelah selesai membaca surat itu tatapan pengacara itu berubah drastis seraya berkata, "Berapa usia kalian sekarang? Dan apa kegiatan kalian? Siapa diantara kalian yang bernama David?" Steven pun menjawab semua pertanyaan itu dengan tenang, "Saya Steven dan ini adalah David kami berusia 23 tahun dan kami adalah mahasiswa semester akhir." "Kalau begitu baiklah ini rencana pertama-tama kita kuburkan jasad tuan Handoyo terlebih dahulu sebelum Paijo sadar kalau tuan Handoyo telah wafat. David kau pergi temani Paijo sedangkan kau Steven segera pelajari buku ini (seraya menyerahkan sebuah buku kepada Steven) dan ikuti tim makeup yang saya bawa. Tim saya yang lain akan segera mengurus jasad tuan Handoyo." Setelah mendengar instruksi pengacara kakek Handoyo, David dan Steven serta tim pengacara kakek Handoyo segera melakukan tugas mereka masing-masing.
 Setelah semua siap dan rapi, David dan Paijo pun kembali ke dalam villa. Pengacara kakek Handoyo pun menjelaskan sandiwara apa yang harus mereka mainkan. Selesai menjelaskan semuanya pengacara itu pun berkata, "Kalian harus memainkan peranan ini sampai aku kembali bersama cucu tuan Handoyo. Mengenai kuliah kalian aku akan beritahu pihak perguruan tinggi kalian untuk memberikan materi secara online sehingga kalian akan dapat terus menyelesaikan kuliah kalian. Dan untuk keluarga kalian, kalian dapat pulang secara bergantian ke rumah kalian masing-masing dengan izin staffku. Aku akan meninggalkan salah seorang staffku di sini untuk membantu kalian mengurusi segala sesuatunya." "Akhir cerita ini ada di tangan kalian dan keberhasilan kalian memainkan peranan kalian masing-masing. Pertahankan persahabatan kalian dan gunakan Hati Nurani kalian untuk setiap masalah yang datang. Kalian adalah pemuda yang baik pertahankan itu jangan biarkan masa lalu merusak nati nurani kalian dan persahabatan kalian." lanjut pengacara itu. Steven dan David menjadi semakin penasaran apa maksud dari nasehat pengacara kakek Handoyo, karena nasehat tersebut sama seperti isi dari surat kakek Handoyo. Namun mereka tidak ingin merusak rencana kakek Handoyo dengan maksud nasehat tersebut. Karena mereka juga ingin menegakkan keadilan bagi kakek Handoyo dan keluarganya. Oleh karena itu mereka tetap menyimpan semua teka-teki itu dalam hati mereka masing-masing. Bersambung

No comments:

Post a Comment