Saturday, April 6, 2019

MISTERI VILLA BERDARAH PART 8

Matahari telah mengitip dari ufuk timur saat itu menandakan pagi telah menjelang dan Paijo pun telah tersadar dari tidur pulasnya. Kini saatnya kakek Handoyo untuk beristirahat, Steven dan David membantu kakek Handoyo kembali ke kamarnya untuk beristirahat. David dan Steven pun membantu Paijo untuk membersihkan villa tersebut dengan arahan dari Paijo. Setelah membantu Paijo membereskan villa matahari telah berada di atas kepala ketiga orang tersebut David dan Steven pun juga mulai mengantuk. Steven dan David pun beristirahat di kamar Paijo sedangkan Paijo pergi membeli kebutuhan sehari-hari. Waktu menunjukan pukul dua siang saat Steven dan David terbangun dari tidurnya. Saat itu juga Paijo memanggil mereka berdua untuk menemui kakek Handoyo. Paijo, Steven dan David segera menemui kakek Handoyo di kamarnya. Setiba di kamar kakek Handoyo memberikan dua buah surat yang terbungkus amplop putih kepada David dan Steven. Dan berkata, "Berikan surat ini kepada pengacaraku. Dalam surat itu terdapat alamat dan nama pengacarku. Dia tahu apa yang harus dilakukan setelah membaca surat ini. Ingatlah pesan ku tolong kalian jaga Paijo karena kami-kamilah dia harus menjadi sebatang kara." David dan Steven menyanggupinya seraya berkata, "Kakek tenang saja kami berdua pasti akan merawat Paijo seperti saudara kami sendiri, kek." "Baiklah aku tenang mendengarnya. Aku tenang sekarang baiklah aku akan kembali beristirahat sekarang." Setelah berkata itu kakek Handoyo pun menghembuskan napas terakhirnya.
Steven dan David pun bingung sedangkan Paijo yang belum menyadari kematian kakek Handoyo hanya menyelimuti tubuh kakek Handoyo. David yang sedang memegang surat pemberian kakek Handoyo segera melihat surat yang tebungkus amplop itu di setiap amplop terdapat nama. Salah satu amplop itu bertuliskan nama Steven dan David. David segera membuka amplop yang bertuliskan namanya dan Steven. Sedangkan Steven menunggu David membacakan isi surat tersebut. Dalam surat itu tertulis "Steven dan David aku percayakan Paijo kepada kalian. Maafkan jika aku harus membebankan kalian untuk menyelesaikan tugasku yang belum terselesaikan. Aku berharap kalian mau melakukan sandiwara untukku agar semua keadilan bisa di tegakan dan kebenaran dapat terungkap. Saat kalian memberikan surat yang lainnya kepada pengacarku, maka pengacaraku akan menjadi sutradara bagi kalian dan kalian akan memainkan peran kalian masing-masing. Aku berharap kalian bisa memainkan peranan kalian dengan baik. Akhir cerita ini sebenarnya ada di tangan kalian, Kalianlah kunci dari akhir cerita ini. Karena sejak kalian mengamati villa ini aku sudah mencari tahu latar belakang kalian dan aku pun sudah mengetahui latar belakang kalian. Kalian adalah pemuda yang baik maka perthankanlah itu. Percayakan semuanya pada Hati Nurani kalian. Jangan biarkan persahabatan kalian hancur karena masa lalu kalian. Kalian harus tahu bahwa yang telah berlalu biarlah berlalu jagalah masa depan dengan persahabatan kalian." Setelah membaca surat itu Steven segera menghubungi pengacara kakek Handoyo. Pengacara kakek Handoyo yang semula tidak percaya setelah mendengar penjelasan Steven dan David. Segera meluncur dengan timnya menuju villa kakek Handoyo. Bersambung

No comments:

Post a Comment