Friday, April 5, 2019

MiSTERI VILLA BERDARAH PART 5

 Steven dan David pun memeriksa ke tiga belas makam itu satu per satu mereka pun semakin terkejut dan semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi di villa ini. Karena di antara ketiga belas makam tersebut dua belas diantaranya adalah makam dari keluarga pengusaha yang meninggal terbakar di villa tersebut beberapa tahun sebelum villa ini di renovasi. Dan di antara duabelas makam tersebut ada lima makam yang memiliki nama belakang yang sama yaitu Handoyo. Kedua pemuda ini semakin penasaran apa yang sebenarnya terjadi di dalam villa ini dan mengapa ada enam makam yang memiliki nama Handoyo. Setelah mengamati areal pemakaman itu cukup lama akhirnya kedua pemuda itu kembali pada rencana awal yaitu masuk ke dalam bangunan utama villa tersebut. Mereka melihat sebuah jendela yang terbuka di lantai dua. Mereka berusaha mencari sesuatu untuk menaiki tembok bangunan utama villa itu. Di saat sedang mencari-cari sesuatu tiba-tiba dari jendela yang terbuka itu keluar seutas tali seakan tali itu sengaja di turunkan untuk mereka berdua. Tanpa pikir panjang kedua pemuda itu pun langsung meraih tali itu dan memanjat ke lantai dua dengan tali tersebut. 
Setelah tiba di dalam villa tersebut kedua pemuda itu melihat sebuah lukisan yang wanita muda berumur sekitar dua puluhan mengunakan gaun putih panjang. Dengan rambut yang panjang dan terurai menutupi kedua bahunya. Kedua mata gadis itu tampak bersedih dan wajahnya menunjukan kesediahan yang mendalam. Saat tengah asyik melihat memperhatikan lukisan itu tiba-tiba sebuah suara yang parau dan rapuh mengejutkan mereka, "maaf mohon aden-aden sopan saat melihat lukisan itu. Itu adalah lukisan Nyonya Handoyo yang di lukis oleh tuan sendiri." Saat mereka melihat ke arah suara itu mereka melihat seorang lelaki tua berumur sekitar tujuh puluhan hampir delapan puluh tahun. "Mari den kita berbincang di bawah saja." ajak pemilik suara itu sembari menujukkan jalan kepada Steven dan David menggunakan senternya. Kedua pemuda itu membantu lelaki tua itu untuk berjalan dan menurunin tangga menuju tempat yang di maksud oleh si kakek tua tersebut. Setelah sampai di tempat yang di maksud si kakek tua membuka pintu ruangan itu dan mempersilahkan kedua pemuda itu untuk duduk sejenak. Si kakek tua tersebut kemudian memanggil anaknya yang bernama Paijo untuk menyiapkan minuman dan makanan kecil. Sementara mereka bertiga menunggu minuman dan makanan ringan kakek tua itu mengambil sebuah album foto. Bersambung

No comments:

Post a Comment