Saturday, April 13, 2019

MISTERI VILLA BERDARAH PART 6

Kakek tua itu mulai memperkenalkan dirinya, "Perkenalkan nama saya Handoyo." Mendengar nama kakek tua Steven dan David langsung terkejut lalu siapa yang ada dalam makam di belakang villa tersebut. Lalu kakek Handoyo mulai bercerita bagaimana semua kejadian-kejadian aneh ini bermula. Pada enam puluh tahun silam ia memulai bisnisnya bersama seorang rekannya yang bernama Sophian. Awalnya semua berjalan lancar tanpa ada kendala. Saat itu keduanya masih sangat muda mereka baru dan tidak berpikir untuk berkeluarga. Yang ada di pikiran mereka hanyalah bagaimana membangun kerajaan bisnisnya sendiri. Sampai pada suatu ketika saat mengerjakan sebuah proyek yang terbilang cukup besar. Proyek yang mereka kerjakan tiba-tiba di hentikan di tengah jalan hal ini menyebabkan kerugian yang sangat besar. Besarnya kerugian yang harus di tanggung menyebabkan Sophian rekannya kakek Handoyo harus mendekam di penjara untuk waktu yang cukup lama. Seiring berjalannya waktu usaha kakek Handoyo pun meraih kesuksesan besar. Melihat hal ini rekan dari kakek Handoyo pun merasa kesal dan mendendam. Ia mulai berpikir bahwa kerugian proyek itu di sebab oleh kakek Handoyo yang sengaja ingin menguasai sendiri perusahaan itu.
Namun semua itu tidak benar kakek Handoyo berusaha meyakinkan Sophian bahwa kerugian yang menyebabkannya masuk ke dalam penjara karena mereka di jebak pada saat itu. Akan tetapi hingga saat ini kakek Handoyo belum dapat membuktikan siapa yang menjebak dirinya dan Sophian. Oleh karena itu kakek Handoyo menyewa tim pengacara untuk mencari fakta dan bukti-bukti siapa yang menghancurkan proyeknya lima puluh delapan lalu. Di samping itu Sophian yang terus mendendam pada kakek Handoyo berusaha terus menghancurkan kakek Handoyo. Hingga terjadilah kejadian delapan belas tahun lalu di villa angker ini satu keluarga tewas terbakar. Keluarga yang tewas tersebut merupakan keluarga anak pertama kakek Handoyo. Dari salah satu karyawan anaknya yang ikut tewas ada kakak dan kakak ipar Paijo.
Kakek Handoyo melanjutkan ceritanya setelah ia membasahi tenggorokannya dengan segelas teh hangat. Sedangkan Paijo yang duduk di lantai sebelah kursi kakek Handoyo sudah mulai tertidur di kaki kakek Handoyo. Steven dan David yang mendengarkan cerita kakek Handoyo sambil melihat album foto yang di berikan oleh kakek Handoyo. Bertambah penasaran akan kelajutan cerita kakek Handoyo. Di lanjut besok gaes mata uda siwer neh :)) 

No comments:

Post a Comment